Kala Lensa Kamera Menangkap Isu Kesehatan Mental

Ilustrasi saling dukung.

Di tengah perbincangan isu kesehatan mental oleh remaja dan meningkatnya kasus perundungan, sekelompok fotografer muda di Kota Surakarta memilih untuk tidak tinggal diam. Mereka mengambil kamera dan mulai bercerita.

Melalui pameran fotografi “Stories of Me: Resiliensi pada Remaja melalui Fotografi”, para fotografer muda dari Komunitas ARCA menunjukkan bahwa lensa kamera dapat menjadi ruang aman, bahkan terapi, bagi mereka yang sedang berjuang memulihkan luka batin.

Pameran yang digelar di Tafata Art Hub, Surakarta ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 yang diinisiasi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan didukung oleh Kemendiktisaintek.

Lensa yang tak hanya merekam cahaya, melainkan membidik kenangan, luka dan harapan. Karya-karya di “Stories of Me” membawa narasi personal yang lahir dari dialog mendalam antara remaja, fotografer, dan pendamping.

Pendekatan photo-storytelling partisipatif menempatkan remaja bukan sebagai objek penderita, tetapi sebagai narator yang berani mengafirmasi pengalaman emosional mereka.

Di sini, fotografi menjadi ruang aman untuk memproses kecemasan, kehilangan, trauma, hingga pergulatan identitas. Kamera seolah menjadi jembatan antara batin yang tak terucap dan dunia luar yang sering gagal memahami.

Ketua Program PISN, Dr. Andry Prasetyo, menegaskan bahwa inti dari kegiatan ini bukan hanya pameran, tetapi transformasi sosial.

“Komunitas ARCA kami dampingi agar tidak sekadar menjadi pemotret momen, tetapi pembaca emosi, pendengar cerita, dan penyampai isu. Mereka kini menjadi agen perubahan sosial yang membawa kampanye literasi kesehatan mental dan anti-perundungan,” jelasnya dikutip tanpabatas.co dari siaran pers.

Pendekatan ini memberi ruang kreatif bagi fotografer muda untuk mengasah empati dan sensitivitas sosial. Hasilnya? Karya-karya yang tidak hanya indah, tetapi menggugah.

Fenomena kesehatan mental remaja selama ini sering dibungkus stigma. Banyak yang merasa tidak layak bersuara, tidak berhak tampak rapuh. Melalui proses kreatif ini, remaja justru diberi panggung untuk memaknai ulang pengalaman mereka.

Ada yang menenun memori keluarga, ada yang menyoal pola asuh, ada yang merefleksikan kecemasan melalui relasi dengan makanan, hingga yang menemukan ketenangan dengan menatap semesta.

Pameran ini adalah bukti bahwa seni bukan sekadar hiburan, tetapi alat pemulihan jiwa. Kamera, yang biasanya dipakai untuk memotret wajah objek, kini diarahkan untuk memotret dunia dalam diri remaja.

Dengan lebih dari 25 karya naratif, pameran “Stories of Me” membuka dialog penting bahwa kesehatan mental bukan isu pinggiran. Di sisi lain, generasi muda Indonesia yang kreatif memiliki kapasitas untuk berkata jujur tentang apa yang mereka alami.

Melalui visual yang kuat dan narasi yang jujur, para fotografer muda ini mengajak publik untuk berhenti sejenak, melihat, dan mendengarkan.

Bukan tidak mungkin, generasi muda yang ramah dengan gawai, kamera, dan konten digital juga menyerukan isu serupa.

Apakah generasi muda dengan perangkat kreatif yang dimiliki siap ikut menyuarakan kesehatan mental dan menolak perundungan? Siapkah kita semua membuktikan bahwa cerita dan visual yang kita bagikan bisa menjadi ruang aman bagi sesama?

Menarik untuk dibaca

Bagaimana Teknologi Mengubah Pasar Tenaga Kerja Asia Timur-Pasifik?

Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Robot dan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah wajah pasar tenaga kerja. Ia telah…

Kala Lensa Kamera Menangkap Isu Kesehatan Mental

Di tengah perbincangan isu kesehatan mental oleh remaja dan meningkatnya kasus perundungan, sekelompok fotografer muda di Kota Surakarta memilih untuk tidak tinggal diam. Mereka mengambil…

Cuan dari Komedi Sehari-hari

Tak hanya terbatas di atas panggung, komedi kini merambah dunia digital. Platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok memungkinkan para komika untuk menjangkau audiens yang lebih…

Teknologi Pendidikan hingga Daerah Terpencil

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam kebangkitan suatu bangsa. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan hal ini dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa pendidikan adalah kunci…

Mengenal Micro Creative Business, Peluang Anak Muda di Lautan Kreativitas

Micro creative business mengacu pada usaha skala kecil yang mengandalkan unsur kreativitas, ide orisinal, dan keunikan sebagai inti produk atau jasa. Daripada sekadar memproduksi barang…

Sejauh Mana Negara Bangun Pasar dan Ruang Kerja Insklusif?

Masih segar dalam ingatan, video viral Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewawancarai pemuda penyandang disabilitas fisik berupa dwarfisme (tubuh sangat pendek) bernama Zidan. Pria 20…

Ekonomi Gig Naik Daun

Rp5,1 Triliun Bekal Anak Indonesia Sepanjang Hayat

Masih ada sekitar seperempat anak usia dini di Indonesia yang belum terjangkau layanan PAUD bermutu, sehingga belum memperoleh kesempatan belajar yang setara sejak awal kehidupannya….

Optimisme Pertanian Indonesia Hadapi Perubahan Iklim

Indonesia menunjukkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui kolaborasi lintas lembaga yang memperkuat sektor pertanian nasional. Salah satu bentuk sinergi tersebut tampak dalam…

Waspada Deepfake: Ancaman Privasi Hingga Propaganda 

Teknologi deepfake semakin menjadi sorotan karena kemampuannya menghasilkan video atau audio yang sangat realistis, namun sebenarnya rekayasa atau palsu. Pemanfaatan teknologi deepfake pun kini marak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *