10 Langkah Optimistis Indonesia dalam Diplomasi Selatan–Selatan

Pertemuan Indonesia dengan Brasil dan Afrika Selatan begitu menggambarkan arah baru diplomasi luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Indonesia bukan hanya mengandalkan mitra Eropa–AS, tetapi juga memperkuat poros kerja sama antarnegara berkembang.

Kerja sama strategis yang dijalin Indonesia dengan Brasil dan Afrika Selatan memberi sinyal kuat bahwa bangsa ini sedang menapaki babak baru diplomasi yang produktif dan visioner.

Melalui berbagai nota kesepahaman di bidang energi, riset, pertanian, hingga statistik, Indonesia memperluas jejaring kolaborasi global untuk memperkuat fondasi ekonomi dan inovasi nasional. Ini bukan sekadar seremoni diplomatik, tetapi langkah nyata membuka pintu bagi transfer pengetahuan, investasi hijau, serta pengembangan teknologi yang relevan dengan tantangan masa depan.

Hal ini menandakan bahwa Indonesia tidak hanya mengikuti arus utama kerjasama global, melainkan ikut membentuknya. Bentuk kerjasamanya bukan hanya di sektor ekonomi, tapi juga pemberdayaan bersama lewat energi bersih, inovasi, riset, perdagangan adil, dan pertukaran pengetahuan.

Secara garis besar, pertemuan Presiden Republik Indonesia dengan Presiden Brasil Lula da Silva menghasilkan kerjasama yang fokus pada ekonomi hijau, energi, riset, dan perdagangan. Sementara pertemuan dengan Presiden Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa menghasilkan kolaborasi dan kerjasama yang fokus pada sektor pertahanan, pendidikan, dan kerja sama antarmasyarakat.

Babak Baru dengan Brasil

Presiden Republik Federasi Brasil Luiz Inácio Lula da Silva (kiri) bersama Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) pada Kamis, 23 Oktober 2025. (dok/BPMI Setpres)

Kerja sama Indonesia–Brasil menunjukkan pergeseran strategis hubungan dua negara berkembang menuju diplomasi hijau dan berkelanjutan.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia dan Brasil bergerak cepat dalam memperkuat kerja sama bilateral. Ia menekankan bahwa dalam kurun waktu hanya dua bulan sejak pertemuan terakhir pada Juli, kedua negara telah menunjukkan kemajuan besar. Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa dalam waktu dekat, akan ada capaian yang lebih baik antara Indonesia dan Brasil.

“Hari ini (25 Oktober 2025) kita (Indonesia–Brasil) akan menandatangani empat persetujuan dan kesepahaman yang cukup penting, dan saya berharap ini bukti bahwa kita telah bekerja cepat,” ujar Presiden Prabowo dikutip dari presidenri.go.id.

Beberapa poin penting yang dirangkum dari hasil pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Brasil Lula da Silva antara lain:

  1. Energi
    Kementerian ESDM RI dan Kementerian Pertambangan dan Energi Brasil bekerja sama dalam pengembangan sektor energi dan pertambangan. PT PLN dan J&F S.A. Brasil sepakat mengembangkan studi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan bioenergi berbasis biomassa. Di sektor energi yang lain, PT Pertamina (Persero) dan Fluxus Holding S.A. juga menjajaki peluang kerja sama.
  2. Sains, Teknologi, dan Inovasi
    BRIN RI dan Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Brasil memperkuat kolaborasi riset dan pengembangan teknologi.
  3. Pertanian dan Ketahanan Pangan
    Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian dan Peternakan Brasil bekerja sama dalam tindakan sanitari, fitosanitari, serta sertifikasi produk pertanian.
  4. Statistik dan Data
    BPS RI dan Institut Geografi dan Statistik Brasil menjalin kerja sama dalam pertukaran pengetahuan dan pengembangan bidang statistik.
  5. Investasi dan Perdagangan
    PT Danantara Investment Management (Persero) dan JBS N.V. melakukan penjajakan dan negosiasi rencana investasi lintas sektor. Serta KADIN dan APEX (Brazilian Trade and Investment Promotion Agency) memperkuat promosi dagang antara Indonesia dan Brasil.

Mengokohkan Jejaring dengan Afrika Selatan

Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Republik Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa (kiri) di Istana Merdeka, Rabu, 22 Oktober 2025. (dok/BPMI Setpres)

Sementara itu, hubungan Indonesia–Afrika Selatan bergerak ke arah kemitraan strategis multidimensi yang menekankan solidaritas antarnegara berkembang.

Dalam pernyataan pers bersama yang diunggah pada laman setneg.go.id, Presiden Prabowo menyampaikan kedua negara sepakat memperkuat hubungan di berbagai bidang strategis, mulai dari ekonomi, pertahanan, pertanian, hingga energi.

Ia menyoroti peningkatan signifikan perdagangan Indonesia–Afrika Selatan dalam lima tahun terakhir, dan membuka peluang pembentukan preferential trade agreement atau comprehensive economic partnership agreement untuk menciptakan keseimbangan baru di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sementara di sektor pertanian, energi, sains, dan pendidikan, Indonesia berencana mengirimkan tim teknis guna membahas program konkret yang dapat segera dijalankan bersama.

We will send Indonesia, as asked by the President of South Africa, the possibility if we can send a technical team, technical delegation to discuss concrete programs in key areas where we can go forward very fast,” kata Presiden Prabowo dikutip dari laman Setneg.

Berikut beberapa langkah konkret yang dihasilkan dari pertemuan yakni:

  1. Ekonomi dan perdagangan
    Kedua negara berkomitmen membangun perdagangan yang lebih seimbang, termasuk rencana Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA).
  2. Pertahanan
    Implementasi perjanjian kerja sama pertahanan 2023 akan dipercepat, menunjukkan kepercayaan tinggi di bidang keamanan dan teknologi militer.
  3. Pertanian dan energi
    Didorong pertukaran tim teknis dan delegasi untuk mempercepat proyek konkret di bidang pangan, energi, dan inovasi teknologi.
  4. Pendidikan dan hubungan antarmasyarakat
    Disepakati pembahasan bebas visa bersama serta penguatan kolaborasi di bidang sains dan pendidikan tinggi.
  5. Diplomasi dan Politik Internasional
    Indonesia mendukung kepemimpinan Afrika Selatan dalam G20. Kedua negara berkomitmen memperkuat Diplomasi Selatan–Selatan menuju tatanan ekonomi global yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Melihat pertemuan Presiden RI bersama kedua presiden di atas, optimisme tumbuh karena arah kebijakan luar negeri Indonesia kini semakin berorientasi pada kemitraan yang saling menguatkan antarnegara berkembang. Kolaborasi dengan Brasil dan Afrika Selatan memperlihatkan bahwa Indonesia mampu menjadi jembatan penting dalam kerja sama Selatan–Selatan—sebuah poros solidaritas dan kemajuan bersama.

Menarik untuk dibaca

Bagaimana Teknologi Mengubah Pasar Tenaga Kerja Asia Timur-Pasifik?

Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Robot dan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah wajah pasar tenaga kerja. Ia telah…

Kala Lensa Kamera Menangkap Isu Kesehatan Mental

Di tengah perbincangan isu kesehatan mental oleh remaja dan meningkatnya kasus perundungan, sekelompok fotografer muda di Kota Surakarta memilih untuk tidak tinggal diam. Mereka mengambil…

Cuan dari Komedi Sehari-hari

Tak hanya terbatas di atas panggung, komedi kini merambah dunia digital. Platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok memungkinkan para komika untuk menjangkau audiens yang lebih…

Teknologi Pendidikan hingga Daerah Terpencil

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam kebangkitan suatu bangsa. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan hal ini dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa pendidikan adalah kunci…

Mengenal Micro Creative Business, Peluang Anak Muda di Lautan Kreativitas

Micro creative business mengacu pada usaha skala kecil yang mengandalkan unsur kreativitas, ide orisinal, dan keunikan sebagai inti produk atau jasa. Daripada sekadar memproduksi barang…

Sejauh Mana Negara Bangun Pasar dan Ruang Kerja Insklusif?

Masih segar dalam ingatan, video viral Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewawancarai pemuda penyandang disabilitas fisik berupa dwarfisme (tubuh sangat pendek) bernama Zidan. Pria 20…

Ekonomi Gig Naik Daun

Rp5,1 Triliun Bekal Anak Indonesia Sepanjang Hayat

Masih ada sekitar seperempat anak usia dini di Indonesia yang belum terjangkau layanan PAUD bermutu, sehingga belum memperoleh kesempatan belajar yang setara sejak awal kehidupannya….

Optimisme Pertanian Indonesia Hadapi Perubahan Iklim

Indonesia menunjukkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui kolaborasi lintas lembaga yang memperkuat sektor pertanian nasional. Salah satu bentuk sinergi tersebut tampak dalam…

Waspada Deepfake: Ancaman Privasi Hingga Propaganda 

Teknologi deepfake semakin menjadi sorotan karena kemampuannya menghasilkan video atau audio yang sangat realistis, namun sebenarnya rekayasa atau palsu. Pemanfaatan teknologi deepfake pun kini marak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *