3 Cara Koperasi dan Anak Muda Gerakkan Ekonomi Hijau

Ilustrasi kolaborasi dan semangat ekonomi hijau. (Pixabay)

Pada 19 Juni 2024, Majelis Umum PBB menetapkan tahun 2025 sebagai Tahun Koperasi Internasional (International Year of Cooperatives/IYC 2025) dengan tema “Koperasi Membangun Dunia yang Lebih Baik”. Tema ini menegaskan kembali peran koperasi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

Sebagai lembaga ekonomi berbasis anggota, koperasi memiliki posisi unik untuk menciptakan sistem ekonomi yang inklusif, adil, dan ramah lingkungan. Model koperasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan pelestarian lingkungan.

Berikut tiga cara bagaimana koperasi bisa menjadi motor ekonomi hijau:

1. Adopsi Teknologi Hijau & Inovasi Produksi Bersih

Banyak koperasi kini mulai mengadopsi teknologi ramah lingkungan. Misalnya, program biogas yang dikembangkan koperasi produsen susu untuk mengubah limbah ternak menjadi energi alternatif dan pupuk organik. Upaya ini bukan hanya mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Menurut International Cooperative Alliance (ICA), sejumlah koperasi di sektor energi dan kehutanan juga telah menerapkan praktik produksi bersih, efisien, dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi hijau bisa tumbuh dari akar komunitas.

2. Tata Kelola yang Baik & Dukungan Pemerintah

Transformasi menuju ekonomi hijau tak lepas dari tata kelola yang baik dan kebijakan yang mendukung. Pemerintah Indonesia, misalnya, melalui berbagai regulasi seperti Pedoman Umum Governansi Koperasi Indonesia (PUG-KOPIN), telah berupaya memperkuat kapasitas koperasi dalam mengakses pembiayaan inklusif, pelatihan, dan pasar yang mendukung prinsip keberlanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem ekonomi hijau yang solid.

3. Model Inklusi Sosial & Kekuatan Komunitas

Koperasi tumbuh dari semangat gotong royong dan partisipasi anggota. Model ini memungkinkan pembagian nilai ekonomi secara lebih merata serta menumbuhkan rasa memiliki dalam komunitas. Laporan United Nations Department of Economic and Social Affairs (UN DESA) menyebut bahwa koperasi berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan inklusi, karena keberlanjutan sejati tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang tangguh dan saling menopang.

Melalui tiga cara tersebut, koperasi menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru, keduanya bisa berjalan beriringan jika dikelola dengan nilai-nilai kolaborasi, keadilan, dan solidaritas sosial.

Namun perubahan menuju ekonomi hijau tak akan berarti tanpa partisipasi generasi muda. Anak muda adalah energi baru koperasi. Mereka lebih melek teknologi, kreatif mencari solusi, dan berani bereksperimen dengan ide hijau. Lewat koperasi, mereka bisa mewujudkan mimpi ekonomi yang adil sekaligus menjaga bumi. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:

1. Jadi inovator dan penggerak digitalisasi koperasi

Anak muda bisa membawa napas baru ke dunia koperasi dengan memperkenalkan teknologi hijau dan sistem digital. Misalnya, membantu koperasi peternak atau pertanian mengelola data produksi, sistem keuangan, atau rantai pasok lewat aplikasi sederhana.

Inovasi ini dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi limbah, sekaligus memperluas pasar koperasi ke ranah digital. Dengan kemampuan digital dan semangat kreatif, anak muda berperan penting menjembatani koperasi tradisional menuju ekonomi hijau berbasis teknologi.

2. Dorong tata kelola koperasi yang transparan dan adaptif

Anak muda juga bisa ikut memperkuat tata kelola koperasi yang baik. Bisa dengan menjadi anggota aktif maupun pengurus muda yang berpikir progresif. Melalui pendekatan berbasis data, keterbukaan informasi, dan sistem administrasi digital, koperasi bisa lebih efisien dan akuntabel.

Anak muda dapat mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas koperasi, atau lembaga pelatihan agar koperasi memiliki akses terhadap pembiayaan hijau dan pelatihan berkelanjutan. Hal ini dapat memastikan koperasi tetap relevan dan tangguh menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

3. Bangun komunitas dan gerakan sosial berbasis koperasi

Kekuatan koperasi terletak pada gotong royong dan partisipasi komunitas, dan inilah ruang paling alami bagi anak muda. Mereka bisa membentuk koperasi pemuda berbasis lingkungan, seperti koperasi daur ulang, koperasi urban farming, atau koperasi wisata hijau di desa.

Selain menciptakan dampak ekonomi, gerakan semacam ini menumbuhkan solidaritas sosial dan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda. Melalui aksi kolektif ini, anak muda turut memastikan bahwa keberlanjutan tidak berhenti pada wacana, tapi hidup dalam praktik keseharian masyarakat.

Sudah saatnya koperasi dan pemuda Indonesia mengambil peran strategis sebagai penggerak ekonomi hijau, penopang kesejahteraan sosial, dan penjaga bumi bagi generasi mendatang.

Menarik untuk dibaca

Bupati Nonaktif Pati Sudewo Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp 3,8 M Proyek DJKA

SEMARANG,TAPALBATAS.co – Bupati nonaktif Pati, Sudewo, didakwa menerima suap dan gratifikasi dengan nilai total sekitar Rp3,8 miliar yang berkaitan dengan pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur…

Prabowo: Kemiskinan Harus Dihilangkan, Kalau Perlu Anggaran Polisi dan Pertahanan Dikurangi

MALANG,TAPALBATAS.co – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kebijakan pemerintah untuk terus melakukan efisiensi anggaran negara sebagai upaya mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia….

Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla, Pemkab Kudus Perkuat Mitigasi

KUDUS, TAPALBATAS.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) tahun 2026 sebagai langkah…

Diah Warih Sukses Pimpin Diwa Foundation, Ungkap Kisah Tragis Jadi Gerakan Sosial

SOLO,TANPABATAS.CO-Saat menjadi pembicara di acara diskusi puluhan organisasi masyarakat (ormas) Kota Surakarta, Jawa Tengah, pendiri Diwa Foundation, Diah Warih Anjari, beberkan keberhasilannya mengelola dan mengembangkan…

Instruksi Prabowo: Evaluasi Total MBG dan Tegaskan Tak Boleh Ada Penyimpangan

JAKARTA,TANPABATAS.co– Presiden Prabowo Subianto beri instruksi eveluasi menyeluruh terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan itu ditempuh sebagai bagian dari upaya memastikan program prioritas pemerintah…

Bagaimana Teknologi Mengubah Pasar Tenaga Kerja Asia Timur-Pasifik?

Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Robot dan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah wajah pasar tenaga kerja. Ia telah…

Kala Lensa Kamera Menangkap Isu Kesehatan Mental

Di tengah perbincangan isu kesehatan mental oleh remaja dan meningkatnya kasus perundungan, sekelompok fotografer muda di Kota Surakarta memilih untuk tidak tinggal diam. Mereka mengambil…

Cuan dari Komedi Sehari-hari

Tak hanya terbatas di atas panggung, komedi kini merambah dunia digital. Platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok memungkinkan para komika untuk menjangkau audiens yang lebih…

Teknologi Pendidikan hingga Daerah Terpencil

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam kebangkitan suatu bangsa. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan hal ini dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa pendidikan adalah kunci…

Mengenal Micro Creative Business, Peluang Anak Muda di Lautan Kreativitas

Micro creative business mengacu pada usaha skala kecil yang mengandalkan unsur kreativitas, ide orisinal, dan keunikan sebagai inti produk atau jasa. Daripada sekadar memproduksi barang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *