Peluru Mencerdaskan Kehidupan Bangsa: Dari Uang Korupsi Jadi Beasiswa LPDP

Presiden Prabowo Subianto bersama memimpin Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka memperingati satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 20 Oktober 2025. (dok/BPMI Setpres)

“LPDP akan saya tambahkan. Uang hasil efisiensi dan uang dari koruptor-koruptor itu, sebagian besar akan kita investasikan untuk masa depan.”

Di tengah berbagai tantangan bangsa, kabar baik datang bagi para pejuang ilmu. Pemerintah berkomitmen menyalakan lebih banyak pelita bagi anak bangsa melalui perluasan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa bukan sekadar janji. Teranyar, dana hasil pengembalian kerugian negara dari tindak pidana korupsi akan dialihkan untuk membiayai masa depan pendidikan Indonesia.

Sebelumnya, Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) telah lebih dulu membahas arah kebijakan beasiswa LPDP tahun 2025 bersama Direksi LPDP di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada 16 Oktober lalu. Pertemuan tersebut menyoroti pembaruan kinerja layanan beasiswa serta strategi peningkatan dampak LPDP terhadap penguatan sumber daya manusia Indonesia.

Salah satu fokus utama yang disepakati adalah memastikan penyelenggaraan program beasiswa semakin inklusif, adaptif, dan berdampak luas bagi penerima manfaat di seluruh penjuru negeri.

Langkah ini menjadi fondasi penting sebelum arahan Presiden Prabowo Subianto muncul di tingkat kebijakan makro. Dua langkah tersebut menegaskan kesinambungan visi pemerintah dalam mencetak talenta terbaik Indonesia yang siap memimpin perubahan menuju Indonesia Maju.

Langkah ini menjadi peluru berharga dalam perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan bertambahnya alokasi LPDP, peluang generasi muda Indonesia untuk menempuh pendidikan S2 dan S3 di dalam maupun luar negeri semakin terbuka lebar.

Syarat ketat LPDP yang menuntut integritas, prestasi, dan kontribusi bagi negeri akan memastikan hanya putra-putri terbaik yang lahir dari kebijakan ini. Mereka yang kelak kembali mengabdi dan membawa ilmu untuk membangun Indonesia yang lebih maju.

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengembalikan uang hasil korupsi kepada rakyat melalui investasi jangka panjang yakni pendidikan. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025), yang bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahannya. Prabowo lalu mengarahkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menambah anggaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Dana yang berasal dari pengembalian kerugian negara akibat korupsi itu akan menjadi “peluru emas” dalam perjuangan mencerdaskan bangsa.

“Mungkin yang Rp13 triliun diserahkan oleh Jaksa Agung hari ini kepada Menteri Keuangan, mungkin sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan,” ujar Prabowo.

Bagi Prabowo, setiap rupiah yang berhasil diselamatkan dari tindak pidana korupsi tidak boleh berhenti di kas negara semata. Uang itu harus berputar untuk rakyat dalam wujud yang menumbuhkan kecerdasan, daya saing, dan martabat bangsa.

Dalam paparannya, Prabowo juga menyinggung arah baru pembangunan pendidikan nasional. Mulai dari sekolah rakyat dan sekolah unggulan SMA Garuda, hingga perluasan beasiswa dan pengembangan fakultas kedokteran.

Semua itu, katanya, adalah bagian dari misi besar untuk memastikan hasil efisiensi anggaran dan pemberantasan korupsi kembali kepada rakyat dalam bentuk peningkatan kualitas pendidikan dan riset sains.

Rencana tersebut bukan sekadar memajukan pendidikan, tetapi juga komitmen terhadap keadilan sosial dan pemerataan kesempatan. Sebab, Prabowo menyebut kecerdasan tidak boleh terkubur hanya karena kemiskinan, dan setiap anak Indonesia berhak mendapatkan peluang yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mengabdi bagi bangsanya.

Dengan menambah dana beasiswa LPDP, Prabowo ingin memastikan bahwa masa depan negeri ini tidak lagi ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh semangat, kerja keras, dan kemampuan.

“Banyak anak-anak orang bawah, orang miskin, ternyata punya kecerdasan tinggi. Kita harus cari mereka,” tegasnya.

Ia pun meminta jajarannya mulai dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, hingga aparat TNI-Polri untuk turun ke desa-desa, menemukan mutiara-mutiara anak-anak cerdas yang berpotensi besar tetapi terbatas oleh ekonomi.

Prabowo berharap, dengan tambahan dana LPDP nantinya, semakin banyak anak-anak Indonesia yang bisa memperoleh beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3, baik di dalam maupun luar negeri. Mereka inilah yang kelak diharapkan kembali membangun negeri dengan ilmu dan integritas.

Langkah ini menjadi kabar yang menyejukkan. Perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya warisan sejarah, melainkan komitmen yang terus diperjuangkan.

Menarik untuk dibaca

Bagaimana Teknologi Mengubah Pasar Tenaga Kerja Asia Timur-Pasifik?

Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Robot dan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah wajah pasar tenaga kerja. Ia telah…

Kala Lensa Kamera Menangkap Isu Kesehatan Mental

Di tengah perbincangan isu kesehatan mental oleh remaja dan meningkatnya kasus perundungan, sekelompok fotografer muda di Kota Surakarta memilih untuk tidak tinggal diam. Mereka mengambil…

Cuan dari Komedi Sehari-hari

Tak hanya terbatas di atas panggung, komedi kini merambah dunia digital. Platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok memungkinkan para komika untuk menjangkau audiens yang lebih…

Teknologi Pendidikan hingga Daerah Terpencil

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam kebangkitan suatu bangsa. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan hal ini dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa pendidikan adalah kunci…

Mengenal Micro Creative Business, Peluang Anak Muda di Lautan Kreativitas

Micro creative business mengacu pada usaha skala kecil yang mengandalkan unsur kreativitas, ide orisinal, dan keunikan sebagai inti produk atau jasa. Daripada sekadar memproduksi barang…

Sejauh Mana Negara Bangun Pasar dan Ruang Kerja Insklusif?

Masih segar dalam ingatan, video viral Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewawancarai pemuda penyandang disabilitas fisik berupa dwarfisme (tubuh sangat pendek) bernama Zidan. Pria 20…

Ekonomi Gig Naik Daun

Rp5,1 Triliun Bekal Anak Indonesia Sepanjang Hayat

Masih ada sekitar seperempat anak usia dini di Indonesia yang belum terjangkau layanan PAUD bermutu, sehingga belum memperoleh kesempatan belajar yang setara sejak awal kehidupannya….

Optimisme Pertanian Indonesia Hadapi Perubahan Iklim

Indonesia menunjukkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui kolaborasi lintas lembaga yang memperkuat sektor pertanian nasional. Salah satu bentuk sinergi tersebut tampak dalam…

Waspada Deepfake: Ancaman Privasi Hingga Propaganda 

Teknologi deepfake semakin menjadi sorotan karena kemampuannya menghasilkan video atau audio yang sangat realistis, namun sebenarnya rekayasa atau palsu. Pemanfaatan teknologi deepfake pun kini marak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *