Harapan Baru Hunian Layak untuk Anak Muda Indonesia

Ilustrasi perumahan subsidi. (indonesia.go.id)

Tepat di momentum peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2025, semangat untuk mewujudkan mimpi besar generasi muda kian nyata. Termasuk harapan sederhana namun penting: memiliki hunian sendiri.

Pemerintah menegaskan komitmennya melalui langkah konkret Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang memperkuat riset, pendampingan teknis, serta kebijakan strategis berbagai program perumahan rakyat bersama Universitas Indonesia (UI).

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa 80 persen anggaran kementeriannya tahun depan akan difokuskan untuk Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan 350 ribu rumah subsidi tahun ini dan jumlah yang sama tahun depan.

“Mulai Februari 2026 program ini harus sudah berjalan optimal. Kita ingin memastikan setiap keluarga, terutama masyarakat muda dan pekerja baru, punya akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau,” ujarnya dikutip dari pkp.go.id.

Tak hanya rumah tapak, skema rumah subsidi vertikal (rusun) juga tengah disiapkan untuk menjawab kebutuhan generasi muda di kawasan perkotaan seperti Makassar, Surabaya, Jakarta, dan Medan.

Langkah ini diperkuat dengan kebijakan konkret yang langsung meringankan beban calon pemilik rumah. Sesuai arahan Presiden, pemerintah kini membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang sebelumnya dikenakan biaya.

Selain itu, izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang dulu dikenal dengan IMB, juga digratiskan bagi kelompok masyarakat tersebut.

“PBG itu sekarang gratis, dan itu berjalan serta dimonitor langsung oleh Bapak Mendagri. Jadi para bupati dan wali kota juga menjalankan, dan sudah dilaksanakan,” jelas Maruarar.

Bukan hanya itu, bunga rumah subsidi tetap dijaga pada tingkat 5 persen, sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil di tengah situasi ekonomi global yang dinamis.

Di sisi lain, program BSPS juga terus diperluas. Sebab rakyat Indonesia yang punya rumah namun masih tidak layak huni ada 26,9 juta rumah. Tahun ini negara membantu 45.000 rumah agar menjadi layak huni. Tahun depan, Bapak Presiden meningkatkan besar sekali, dari 45 ribu menjadi 400 ribu,” tambah Maruarar.

Menurut Menteri PKP, aktivitas pembangunan rumah juga ikut menggerakkan ekonomi rakyat, mulai dari pedagang bahan bangunan hingga penjual makanan di sekitar proyek.

Peluang yang Terbukti Nyata

Bagi generasi muda, seluruh kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa peluang memiliki rumah bukan hal yang mustahil. Optimisme itu tidak datang dari janji kosong, tapi dari langkah kebijakan nyata yang sudah berjalan dan bisa dirasakan.

Subsidi bunga, pembebasan BPHTB, hingga PBG gratis adalah bukti bahwa pemerintah bukan hanya bicara “rumah murah”, tapi benar-benar menciptakan sistem agar biaya awal memiliki rumah bisa ditekan.

Jika ditambah kesadaran dan kesiapan pemuda melalui Tabungan Tapera, yang memungkinkan pekerja menabung sebagian kecil gaji untuk pembelian rumah, KPR bersubsidi FLPP dengan bunga tetap 5% dan tenor panjang, serta akses digital perumahan lewat aplikasi Sikasep untuk pendaftaran dan pemantauan, maka jalan menuju rumah pertama makin terbuka lebar.

Harapan pemuda untuk memiliki hunian kini bukan lagi sebatas cita-cita, tetapi peluang yang bisa diperjuangkan dengan langkah kecil dan dukungan kebijakan nyata.

Menarik untuk dibaca

Bagaimana Teknologi Mengubah Pasar Tenaga Kerja Asia Timur-Pasifik?

Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Robot dan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah wajah pasar tenaga kerja. Ia telah…

Kala Lensa Kamera Menangkap Isu Kesehatan Mental

Di tengah perbincangan isu kesehatan mental oleh remaja dan meningkatnya kasus perundungan, sekelompok fotografer muda di Kota Surakarta memilih untuk tidak tinggal diam. Mereka mengambil…

Cuan dari Komedi Sehari-hari

Tak hanya terbatas di atas panggung, komedi kini merambah dunia digital. Platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok memungkinkan para komika untuk menjangkau audiens yang lebih…

Teknologi Pendidikan hingga Daerah Terpencil

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam kebangkitan suatu bangsa. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan hal ini dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa pendidikan adalah kunci…

Mengenal Micro Creative Business, Peluang Anak Muda di Lautan Kreativitas

Micro creative business mengacu pada usaha skala kecil yang mengandalkan unsur kreativitas, ide orisinal, dan keunikan sebagai inti produk atau jasa. Daripada sekadar memproduksi barang…

Sejauh Mana Negara Bangun Pasar dan Ruang Kerja Insklusif?

Masih segar dalam ingatan, video viral Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewawancarai pemuda penyandang disabilitas fisik berupa dwarfisme (tubuh sangat pendek) bernama Zidan. Pria 20…

Ekonomi Gig Naik Daun

Rp5,1 Triliun Bekal Anak Indonesia Sepanjang Hayat

Masih ada sekitar seperempat anak usia dini di Indonesia yang belum terjangkau layanan PAUD bermutu, sehingga belum memperoleh kesempatan belajar yang setara sejak awal kehidupannya….

Optimisme Pertanian Indonesia Hadapi Perubahan Iklim

Indonesia menunjukkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui kolaborasi lintas lembaga yang memperkuat sektor pertanian nasional. Salah satu bentuk sinergi tersebut tampak dalam…

Waspada Deepfake: Ancaman Privasi Hingga Propaganda 

Teknologi deepfake semakin menjadi sorotan karena kemampuannya menghasilkan video atau audio yang sangat realistis, namun sebenarnya rekayasa atau palsu. Pemanfaatan teknologi deepfake pun kini marak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *