Indonesia Siap Jadi Pusat Dialog Lintas Agama dan Perdamaian Global

Menteri Agama Nasaruddin Umar berfoto bersama Paus Leo XIV saat kunjungan kerja ke Vatikan, Roma, dalam rangka menghadiri acara temu tokoh agama bersama pada 28 Oktober 2025 lalu. (Istimewa/kemenag.go.id)

Indonesia siap mengambil peran strategis sebagai pusat dialog lintas agama dan perdamaian dunia. Pemerintah berkomitmen menjembatani nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan bumi melalui diplomasi spiritual yang berakar pada kearifan lokal dan nilai universal.

Hal ini tercermin dengan kehadiran Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam Forum Internasional untuk Perdamaian “Daring Peace” di Vatikan–Roma, yang mempertemukan para pemimpin agama dunia dalam satu panggung kemanusiaan.

Setibanya di Jakarta, Kamis 30 Oktober2025, Menag membawa mandat besar yakni memperkuat kolaborasi Indonesia–Vatikan dalam menindaklanjuti Deklarasi Istiqlal–Vatikan. Menurutnya hal itu menjadi sebuah dokumen bersejarah yang menegaskan tanggung jawab agama-agama dalam menjawab krisis kemanusiaan dan perubahan iklim.

“Mereka berkeinginan untuk menindaklanjuti deklarasi Istiqlal yang dinilai lebih konkret dan terukur,” ujar Menag dikutip dari laman kemenag.go.id.

Deklarasi Istiqlal ditandatangani di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada September 2024 oleh mendiang Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

Dokumen ini menjadi simbol kemitraan spiritual lintas iman yang berpijak pada kesadaran bersama bahwa moralitas, empati, dan tanggung jawab ekologis adalah kunci keberlanjutan peradaban manusia. Vatikan berencana melakukan kunjungan ke Indonesia pada Desember mendatang untuk memperkuat kerja sama tersebut.

Mengapa Vatikan Tertarik?

Berdampak terhadap kelangsungan umat manusia

Kerja sama tersebut membalas isu utama yang dianggap memiliki dampak langsung terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Isu utama tersebut meliputi, dehumanisasi, situasi pascaperang, dan penyelamatan lingkungan hidup.

Deklarasi Istiqlal Relevan dan Aplikatif

Vatikan menilai Deklarasi Istiqlal sebagai dokumen yang sangat relevan dan aplikatif dalam menjawab krisis multidimensional dunia. Bahkan, Menag menyebut kolaborasi ini memadukan spirit Islam dan tradisi Katolik untuk menegakkan nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta kepedulian terhadap bumi sebagai rumah bersama.

“Indonesia dan Vatikan memiliki komitmen yang sama untuk memperkuat perdamaian, toleransi, dan keadilan sosial,” tegas Menag.

Indonesia Sebagai Jembatan Dunia

Menag menuturkan forum di Roma turut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat peran sebagai pusat dialog lintas agama dunia. Banyak pemimpin agama internasional melihat pengalaman Indonesia dalam mengelola pluralitas sebagai praktik nyata harmoni sosial yang dibutuhkan dunia hari ini.

“Indonesia sudah saatnya menjadi faktor penting dalam menciptakan kedamaian dunia,” kata Menag.

Menag menilai Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengelola keragaman. Hal ini menjadi modal besar untuk berkontribusi di kancah internasional.

Menarik untuk dibaca

Bagaimana Teknologi Mengubah Pasar Tenaga Kerja Asia Timur-Pasifik?

Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Robot dan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah wajah pasar tenaga kerja. Ia telah…

Kala Lensa Kamera Menangkap Isu Kesehatan Mental

Di tengah perbincangan isu kesehatan mental oleh remaja dan meningkatnya kasus perundungan, sekelompok fotografer muda di Kota Surakarta memilih untuk tidak tinggal diam. Mereka mengambil…

Cuan dari Komedi Sehari-hari

Tak hanya terbatas di atas panggung, komedi kini merambah dunia digital. Platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok memungkinkan para komika untuk menjangkau audiens yang lebih…

Teknologi Pendidikan hingga Daerah Terpencil

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam kebangkitan suatu bangsa. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan hal ini dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa pendidikan adalah kunci…

Mengenal Micro Creative Business, Peluang Anak Muda di Lautan Kreativitas

Micro creative business mengacu pada usaha skala kecil yang mengandalkan unsur kreativitas, ide orisinal, dan keunikan sebagai inti produk atau jasa. Daripada sekadar memproduksi barang…

Sejauh Mana Negara Bangun Pasar dan Ruang Kerja Insklusif?

Masih segar dalam ingatan, video viral Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewawancarai pemuda penyandang disabilitas fisik berupa dwarfisme (tubuh sangat pendek) bernama Zidan. Pria 20…

Ekonomi Gig Naik Daun

Rp5,1 Triliun Bekal Anak Indonesia Sepanjang Hayat

Masih ada sekitar seperempat anak usia dini di Indonesia yang belum terjangkau layanan PAUD bermutu, sehingga belum memperoleh kesempatan belajar yang setara sejak awal kehidupannya….

Optimisme Pertanian Indonesia Hadapi Perubahan Iklim

Indonesia menunjukkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui kolaborasi lintas lembaga yang memperkuat sektor pertanian nasional. Salah satu bentuk sinergi tersebut tampak dalam…

Waspada Deepfake: Ancaman Privasi Hingga Propaganda 

Teknologi deepfake semakin menjadi sorotan karena kemampuannya menghasilkan video atau audio yang sangat realistis, namun sebenarnya rekayasa atau palsu. Pemanfaatan teknologi deepfake pun kini marak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *