Pemuda Harus Tahu, Ini Sektor Potensial 30 Tahun ke Depan

Ilustrasi diskusi para pekerja muda. (Freepik))

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita. Salah satunya yakni memantapkan sistem pertahanan negara dan mendorong kemandirian bangsa lewat swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Ambisi ini tidak hanya menegaskan prioritas pembangunan, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk menyiapkan diri menghadapi pekerjaan masa depan yang relevan dengan kebutuhan nasional.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menekankan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau membutuhkan kolaborasi aktif dari dunia usaha melalui penerapan inovasi rendah karbon dan efisiensi energi berbasis riset dan teknologi. Itu berarti, generasi muda yang menguasai teknologi energi terbarukan, efisiensi energi, dan mitigasi karbon akan sangat dibutuhkan.

“Transformasi menuju ekonomi hijau tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Dunia industri harus menjadi motor penggerak dalam penerapan inovasi rendah karbon dan efisiensi energi berbasis riset dan teknologi,” ujar Handoko dikutip dari brin.go.id.

Sementara itu, Andi P. Rahim dari IGCN menegaskan bahwa perusahaan yang ingin mendukung target net-zero emission 2060 memerlukan tenaga profesional yang mampu menerapkan strategi iklim dan teknologi berkelanjutan secara praktis.

“Bagi Indonesia yang telah berkomitmen mencapai net-zero pada 2060 atau lebih awal, dunia bisnis memiliki peran krusial dalam mempercepat dekarbonisasi. Namun, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan dalam memahami berbagai standar net-zero serta langkah-langkah praktis untuk menyelaraskan strategi iklim korporasi dengan kebijakan nasional,” ungkap Andi dikutip dari brin.go.id.

Pernyataan dua tokoh di atas menunjukkan bahwa peluang karier masa depan akan sangat besar di sektor-sektor yang mendukung ekonomi hijau dan net-zero emission, terutama bagi generasi muda yang memiliki kemampuan teknis, analitis, dan praktis.

Sektor-sektor ini akan menjadi “most demanded jobs” setidaknya hingga 2060, seiring ambisi Indonesia dalam Asta Cita Presiden RI dan target net-zero.

Lantas, sektor-sektor apa saja yang akan menjadi peluang emas bagi generasi muda? Pendidikan dan keterampilan apa saja yang perlu dimiliki untuk bisa bersaing dan berkontribusi di bidang-bidang tersebut?

1. Teknologi Hijau & Energi Terbarukan

Pemuda yang tertarik pada bidang ini bisa memulai dengan kuliah jurusan teknik energi, teknik lingkungan, atau teknologi terbarukan. Praktik lapangan bisa didapatkan melalui magang di perusahaan energi, laboratorium riset universitas, atau startup teknologi hijau.

Keterampilan yang dibutuhkan misalnya pemahaman panel surya, turbin angin, sistem efisiensi energi, hingga teknologi mitigasi karbon. Dengan pengalaman lapangan dan sertifikasi energi terbarukan, generasi muda Indonesia bisa langsung berkontribusi sebagai engineer energi, spesialis efisiensi, atau developer teknologi rendah karbon.

2. Konsultan & Analis Keberlanjutan

Bagi yang tertarik menggabungkan bisnis dan lingkungan, jalur yang tepat adalah jurusan manajemen lingkungan, ekonomi sumber daya, atau manajemen bisnis berkelanjutan.

Pengalaman lapangan bisa diperoleh melalui magang di konsultan ESG, lembaga riset, atau proyek pemerintah yang fokus pada net-zero emission. Karier sebagai ESG analyst, climate strategy consultant, atau carbon accounting specialist membutuhkan kemampuan analisis data, pemahaman regulasi, dan komunikasi yang baik untuk membantu perusahaan menyusun strategi iklim yang kredibel.

3. Riset & Inovasi

Pemuda yang ingin meneliti solusi hijau dan pangan berkelanjutan bisa menempuh jurusan bioteknologi, pertanian, teknik kimia, atau sains lingkungan. Praktik lapangan bisa dilakukan melalui proyek penelitian di universitas, BRIN, startup inovasi pangan, atau laboratorium pengembangan teknologi rendah karbon.

Di sektor ini, posisi potensial meliputi peneliti ilmiah, project manager riset teknologi hijau, dan developer inovasi pangan hijau. Kunci sukses di sektor ini adalah kemampuan eksperimen, kreativitas ilmiah, dan kolaborasi lintas disiplin.

4. Ekonomi Kreatif & Digital

Generasi muda dengan minat seni, desain, dan teknologi bisa mengambil jurusan desain produk, multimedia, animasi, atau ilmu komputer. Praktik lapangan bisa melalui proyek startup, kompetisi inovasi, atau kolaborasi dengan komunitas digital lokal.

Peluang karier meliputi designer produk ramah lingkungan, pengembang platform edukasi sustainability, atau wirausahawan startup berbasis solusi hijau. Kreativitas dan kemampuan teknologi menjadi modal utama untuk menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus sosial.

5. Ekonomi Biru

Untuk pemuda yang tertarik pada laut dan sumber daya air, jalur pendidikan terbaik adalah akuakultur, teknik kelautan, biologi laut, atau manajemen sumber daya perairan. Praktik lapangan bisa dilakukan di tambak, laboratorium penelitian laut, proyek konservasi, atau perusahaan energi laut.

Karier yang bisa ditempuh antara lain spesialis energi laut, aquaculture engineer, atau inovator pengolahan sumber daya air dan laut. Pengalaman lapangan dan pemahaman ekosistem lokal sangat penting untuk keberhasilan di sektor ini.

Dengan memahami prioritas nasional dan tren global, generasi muda dapat mengasah keterampilan sejak sekarang agar siap mengisi posisi strategis di sektor-sektor yang mendukung kemandirian bangsa dan target net-zero Indonesia. Masa depan pekerjaan akan sangat dipengaruhi kemampuan teknologi, kreativitas, dan pemikiran sistemik berbasis keberlanjutan.

Menarik untuk dibaca

Bagaimana Teknologi Mengubah Pasar Tenaga Kerja Asia Timur-Pasifik?

Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Robot dan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah wajah pasar tenaga kerja. Ia telah…

Kala Lensa Kamera Menangkap Isu Kesehatan Mental

Di tengah perbincangan isu kesehatan mental oleh remaja dan meningkatnya kasus perundungan, sekelompok fotografer muda di Kota Surakarta memilih untuk tidak tinggal diam. Mereka mengambil…

Cuan dari Komedi Sehari-hari

Tak hanya terbatas di atas panggung, komedi kini merambah dunia digital. Platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok memungkinkan para komika untuk menjangkau audiens yang lebih…

Teknologi Pendidikan hingga Daerah Terpencil

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam kebangkitan suatu bangsa. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan hal ini dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa pendidikan adalah kunci…

Mengenal Micro Creative Business, Peluang Anak Muda di Lautan Kreativitas

Micro creative business mengacu pada usaha skala kecil yang mengandalkan unsur kreativitas, ide orisinal, dan keunikan sebagai inti produk atau jasa. Daripada sekadar memproduksi barang…

Sejauh Mana Negara Bangun Pasar dan Ruang Kerja Insklusif?

Masih segar dalam ingatan, video viral Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewawancarai pemuda penyandang disabilitas fisik berupa dwarfisme (tubuh sangat pendek) bernama Zidan. Pria 20…

Ekonomi Gig Naik Daun

Rp5,1 Triliun Bekal Anak Indonesia Sepanjang Hayat

Masih ada sekitar seperempat anak usia dini di Indonesia yang belum terjangkau layanan PAUD bermutu, sehingga belum memperoleh kesempatan belajar yang setara sejak awal kehidupannya….

Optimisme Pertanian Indonesia Hadapi Perubahan Iklim

Indonesia menunjukkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui kolaborasi lintas lembaga yang memperkuat sektor pertanian nasional. Salah satu bentuk sinergi tersebut tampak dalam…

Waspada Deepfake: Ancaman Privasi Hingga Propaganda 

Teknologi deepfake semakin menjadi sorotan karena kemampuannya menghasilkan video atau audio yang sangat realistis, namun sebenarnya rekayasa atau palsu. Pemanfaatan teknologi deepfake pun kini marak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *