Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat potensi cuaca ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis, 6 November 2025. Fenomena La Niña lemah dan Dipole Mode negatif (-1,61) menyebabkan atmosfer tetap labil dan mendukung pembentukan awan konvektif, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di berbagai daerah.
Secara umum, periode November–Desember 2025 masih akan diwarnai oleh curah hujan di atas normal, terutama di Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara. Kondisi baru akan berangsur normal pada Februari–April 2026.
Berdasarkan informasi pada laman resmi BMKG, berikut prakiraan cuaca di berbagai wilayah Indonesia, Kamis, 6 November 2025:
Hujan Sedang–Lebat
Aceh
Bali
DKI Jakarta
DI Yogyakarta
Jambi
Jawa Tengah
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Kepulauan Bangka Belitung
Lampung
Maluku
Maluku Utara
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Papua Barat
Papua Barat Daya
Papua Pegunungan
Papua Tengah
Riau
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Hujan Sedang–Lebat Disertai Angin Kencang
Banten
Kepulauan Riau
Hujan Lebat–Sangat Lebat
Bengkulu
Jawa Timur
Papua Selatan
Hujan Lebat–Sangat Lebat Disertai Angin Kencang
Jawa Barat
Cuaca Relatif Cerah–Berawan
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
BMKG juga mendeteksi Siklon Tropis Kalmaegi di Samudra Hindia bagian barat daya Lampung serta beberapa sirkulasi siklonik regional yang turut memengaruhi dinamika cuaca nasional.
Selama periode November–Desember 2025, sebagian besar wilayah Indonesia masih akan mengalami curah hujan di atas normal, terutama di Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara. Kondisi diperkirakan berangsur normal pada Februari–April 2026.
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir, genangan air, tanah longsor, dan angin kencang, terutama di daerah berisiko tinggi.
Leave a Reply